Minggu, 17 Juni 2012

SLTP Dan SLTA di Kabupaten Yahukimo Sedang Berjalan hanya saja saat ini terkendala pada kekurangan tenaga Pengajar, Fasilitas Guru, dan kebuthan siswa

Laporan perkembangan pendidikan oleh Ottys Kambue Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo terhadap rencana pemindahan SLTP dan SMU di Dekai,
Yahukimo memiliki 19 SLTP dengan jumlah 2645 siswa dan 4 SLTA dengan jumlah 405 siswa, dalam waktu dekat Pemerintah memindahkan sejumlah sekolah dari distrik-distrik ke Dekai dan bagiamana penanganannya dapat dilihat pada laporan berikut:
Kabupaten Yahukimo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Papua dari 29 kabupaten dan Kota.
Saat ini Kabupaten Yahukimo berada pada usia 10 tahun dihitung sejak tahun 2002 dengan lahirnya undang-undang Nomor 26 Tahun 2002 yaitu pemebntukan 14 Kabupaten yang terdiri dari Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama di Provinsi Papua (Tambahan Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 129) di Papua.
Berdasarkan perkembangan pendidikan di kabupaten Yahukimo pada tahun 2009, tingkat Kanak-kanak 1 unit TK, tingkat dasar 119 unit SD, untuk lanjutan tingkat pertama 19 Unit SLTP, untuk lanjutan atas 4 unit SLTA, kejuruan 1 unit SMK, pembentukan Sekolah di Yahukimo untuk khusus tingkat SLTP dan SLTA di bentuk dengan Keputusan Bupati Yahukimo Nomor 123 tahun 2007 tertanggal 14 Desember 2007.
Ke 19 SLTP tersebut tersebar pada, Distrik Silimo, Nalca, Holuwon, Langda, Suru-suru, Soba, Sela, Nipsan, Ninia, Angguruk, Dekai, Lolat, Ubahak, Kosarek, Pronggoli, Mugi, Kurima, puldama, Seradala dan terus berkembang berdasarkan tuntutan dan kebutuhan yang ada pada saat sekarang. Sedangkan untuk SMU berada pada Distrik Dekai, Distrik Kurima, Distrik Ninia dan Distrik Angguruk sedangkan SMK hanya 1 unit dan saat ini ada di Dekai.
Sekolah – sekolah di Yahukimo saat ini berkembang besar dari sebelumnya namun, dengan ketersediaan antara jumlah guru yang tersebar dengan jumlah sekolah tidak seimbang. Hal itu bisa dilihat pada ketersediaan guru di Yahukimo pada tingkat SLTP hanya 85 orang guru dari 19 Sekolah. Sedangkan SLTA Negeri berjumlah 4 Sekolah hanya memiliki Guru sebanyak 27 orang, jadi bila kita membandingkan antara jumlah Sekolah dengan jumlah ketersediaan guru tidak seimbang. Ada kemungkinan di satu sekolah hanya satu orang guru PNS dan sisanya honorer/guru bantu Tenaga Sukarela yang peduli terhadap pendidikan di setiap distrik..
Jadi bila dinadingkan dengan rasio murid terhadap guru berkisar pada 31,12% bagi Guru SLTP, sedangkan rasio murid terhadap guru bagi SLTA berada pada 15.00% dengan demikian untuk SMK berada pada posisi 97,00% jadi perbadingan rasio yang sedemikian ini tidak dapat mendongkrak indeks pembangunan manusia, atau sebaliknya indeks prestasi belajar siswa di Yahukimo.
Untuk mendongkrak indeks prestasi belajar dan indeks pembangunan Manusia Yahukimo tentu dibangun melalui suatu keterlibatan baik pemerintah maupun swasta dengan penuh kerja sama, hal ini dilihat dari peritisan awal sekolah-sekolah di wilayah ini pada masa Jayawijaya dikembangkan lebih banyak oleh pihak yayasan Gereja, yayasan Gereja terdiri dari Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Yayasan pendidikan persekolahan Katolik (YPPK), Yayasan Pendidikan Persekolahan Gereja-Gereja di Indonesia, Yayasan YAKPESMI, kemudian untuk mendukung dan mempercepat kemajuan pendidikan di wilayah Suku Yali yang mempunyai 8 suku membentuk Yayasan Pembangunan Masayrakat Suku Yali (YAPESLI) dan pada tahun ini Yayasan Sosial untuk masyarakat terpencil (YASUMAT) membentuk sekolah baru untuk kepentingan memajukan SDM Yahukimo sudah ada sejak dulu.
Dalam upaya pengembangan pendidikan Yahukimo saat ini sedang berjalan baik, hal ini dilihat dari sekolah swasta tetap eksis pada programnya namun pemerintah merasa gelisah padahal mempunyai APBD dalam setiap Tahun anggran yang ucukup besar dan perlu cold Program dari pemerintah kabupaten Yahukimo sendiri.
Dalam perkembangan kemajuan dengan pemerintahan kabupaten Yahukimo yang saat ini berada pada 10 tahun, tentu perlu peningkatan mutu pendidikan, hal ini dilakukan untuk mengukur sebuah index, apakah perkembang naik, sedang atau sama seklai tidak, tetapi tentu hal ini menjadi perhatian pemerintah kabupaten Yahukimo agar perkembangan pendidikan sebagaimana yang berjalan baik ini diberkembangkan dengan melengkapi fasilitas sekolah, fasilitas Guru, dan fasilitasi siswa dengan menambah jumlah guru mata pelajaran/bidang study dan guru kelas di setiap sekolah yang memadai.
Selain itu saat ini dinas pendidikan dan pengajaran Kabupaten Yahukimo sedang berupaya keras untuk menertibkan guru, menghitung kembali jumlah guru yang tersedia dengan jumlah sekolah yang ada di Yahukimo. Hal yang menjadi kendala dan fatal adalah seorang guru dilantik dalam jabatan birokrasi pemerintah atau pada jabatan kepala distrik dengan tanpa mempertimbangkan masa kerja atau kepangkatan. Disinilah muncul kecemburuan sosial, sebab sama-sama aktif temannya di tarik ke birokrasi sehingga yang lainya tidak mau bertugas lagi ke sekolah tempat dimana guru ditugaskan.
Kemudian guru tidak mau pergi ke tempat tugas diakibatkan karena kendala pada ketersediaan rumah Guru di seluruh wilayah Kabupaten Yahukimo, yang ada hanya di Dekai yaitu pada SD, SLTP dan SLTA. Adanya penilaian negative terhadap guru bahwa guru berbulan-bulan tidak mengajar karena ada dua kemungkinan, pertama kesulitan pada rumah tempat tinggal, alat penerang, dan hiburan, kedua terjadi pada mahalnya tiket pesawat yang begitu mahal.
Wilayah Yahukimo rata-rata berkisar pada carteran dengan harga paling rendah berkisar pada Rp. 15 juta jarak tempuh 20 km dan yang tinggi berkisar pada 30-35 Juta jarak tempuh 230 km. hal yang ketiga Gaji guru untuk tenaga tanpa jabatan guru dibawah golongan IIb, gaji habis karena tingkat kemahalan sehingga harus satu triwulan, bila dalam triwulan berjalan insetif keluar barulah mereka bisa pulang tetapi hanya sampai di Wamena.
Jadi kemunduran yang terjadi dari dua jam menjadi satu minggu dan seterusnya merupakan hanya kendala pada yang disampaikan pada tingkat-tingkat kesulitan yang di hadapi di Yahukimo ini. Ada satu kenakalan juga terjadi, bila guru yang telah menjadi tim sukses merasa berhasil memenangkan seorang menjadi kepala daerah sehingga merasa sukses dan tidak mau ke tempat tugas. Kepala sekolah membawa kabur dana bantuan operasional sekolah (BOS) sehingga guru Yang tadinya Aktif mengajar itu akhirnya menjadi malan dan tidak mau mengajar. Tidak ada satu hal yang berjalan baik di kabupaten Yahukimo, sehingga adanya kemauan untuk memajukan pendidikan sangat di dukung.
Sekarang kembali kepada pengambil kebijakan di daerah, apakah menertibkan hal yang menjadi kekurangan di tertibkan, dilengkapi, dan dilayani dengan pemberian nilai kredit point dan memberikan penghargaan kepada guru yang setia pada tugas..? kebijakan sepereti ini kembali kepada setiap pemimpin puncak. Untuk mendukung para guru-guru pengajar di pedalaman supaya keinginan kita tercapai yaitu meningkatkan tentunya rencana pembangunan 1500.-2000 unit yang tersedia yang di beritakan pada Radar Yahukimo tertanggal 13 juni 2012 di bagikan kepada seluruh sekolah baik SD, SLTP dan SLTA di Seluruh Yahukimo.
Rencana pemindahan SLTP dengan SLTA di Dekai Yahukimo yang dihimbau kepada para orang tua, Gereja dan LSM, tokoh masyarakat dan tokoh Pemuda menyeriusi untuk pemindahan sekolah untuk mempermudah dan menolong masyarakat namun perlu pertimbangan pertama bahwa untuk pemindahan sekolah apakah masuk dalam visi dan misi atau tidak sebab seingat saya ketika disampaikan dihadapan Legislatif pada pemaparan visi dan misi tidak ada, kemudian untuk tidak lanjut dari program pemidahan SLTP dan SLTA di Dekai juga tidak termuat dan Rencana jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2011-2016, Kabupaten Yahukimo.
Kedua pertimbangnya pada penyediaan gedung Sekolah untuk 19 sekolah untuk SLTP, dan 4 Sekolah untuk SLTA sebab nama yang ada distrik tetap tetapi pelaksanaan di dekai maka saya katakan sangat tidak konek, pekerjaan mana yang ringan tetap di kampung atau di pindahkan ?, sebab Negera Rugi dua kali dalam hal pembiayaan, bangun di kampung tidak gunakan rumput naik tutup gedung, bangun di kota tetapi tengah tahun dari mana ambil dana? , berarti dobel dan terjadi pemborosan besar.
Ketiga adalah tingginya malaria di Dekai yang saat ini belum menurun, orang mati karena malaria lebih tinggi disbanding di pegunungan, setiap daerah kondisi kehidupannya beda-beda, sebab itu mungkin untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita bersama perlu ada kajian yang matang, bila ini tetap terjadi maka, konsekuensinya adalah penyediaan dana untuk transport angkutan pemulangan setiap orang yang mati dari dekai pulang badan/pulang nama alias pulangkan mayat ke kampung.
Komunikasi ini baru dibangun dan di distrik belum dengar, dan ada kemungkinan orang tua tidak akan mau dengan kondisi politik kota yang sangat hangat dan tidak bisa tidur dengan tenang. Kemudian orang tua akan keberatan dengan Malaria, sebab jenis penyakit di Pegunungan bisa di hitung dengan jari dari pada di lembah atau di Dekai. Penyediaan fasilitas di dekai juga belum memadai jadi pikirlah dengan matang dalam melakukan pemindahan SLTP, dan SLTA ke Dekai ibu kota sementara dari Sumohai Kabupaten Yahukimo
Dalam pertimbangan seperti ini, perlu duduk bersama untuk di rencanakan dengan baik sehingga, jangan orang membaca kemauan kita, tetapi perlu duduk bersama di rencanakan bersama, dilaksanakan bersama, diawasih bersama kemudian di evaluasi perkembangan secara bersama-sama dan melihat outputnya dapat memuaskan semua pihak.
Selain itu, tolak ukur kemunduran pendidikan di Yahukimo dipandang jarak dekat atau jauh menjadi pertanyaan besar, sebab saat ini yang dibutuhkan oleh kemajuan pendidikan di Yahukimo adalah perhatian setiap pengambil kebijakan untuk membek-up keberhasilan melalui dinas terkait yang ada di daerah.
Dengan demikian, saran saya kepada pemerintah kabupaten Yahukimo bahwa langkah-langkah yang perlu di lakukan adalah Penyediaan makanan gizi bagi bayi dan balita, dan ibu hamil, generasi mendatang sehingga kemampuan generasi berikut lebih baik dari yang sekarang. Langkah yang perlu diambil sekarang adalah bagaimana menyediakan hal-hal yang menjadi para guru di setiap distrik, sebab pemerintah sangat menghebohkan untuk akan membangun dari desa ke kota bila pelimpihan tugas kewenangan ke kota apalah artinya distrik, distrik kepanjangan tangan dari pemerintah sehingga lebih baik manajemenlah sangat di butuhkan.
Penulis : Ottys Kambue
Pekerjaan aktif Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo periode 2009-20014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar